Mahkotaku
Oleh Heldiana
Dekriminasi. Aku adalah
korbannya. Hanya karena aku tidak seperti mereka, deskriminasi menghampiriku.
Salahkah aku memilih apa yang menjadi prinsip dan keyakinanku? Aku hanya tidak
ingin menjerumuskan kedua orangtuaku ke dalam neraka-Nya demi mengikuti kemauan
mereka.
Berjilbab adalah
pilihanku. Apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan mahkota seorang wanita
yang kumiliki ini. Bahkan sekalipun ketika mereka mengejekku, menghinaku,
mencemoohku, dan melakukan apapun yang menurut mereka akan membuatku malu.
Malu bagiku adalah
melepas mahkotaku di hadapan yang bukan mahramku. Mahkota yang terlihat
sederhana namun seperti tameng yang melindungi. Mahkota yang sederhana jika
hanya dilihat sekejap mata. Mahkota yang sederhana namun menyimpan berjuta
keindahan. Mahkota yang sederhana bagi mereka yang rela menampakkan rahasia
mahkota.
Ketika nyanyian bernada
meremehkan yang mereka lantunkan untukku tidak pernah sekalipun kuhiraukan.
Bagiku, nyanyian itu adalah pujian yang terlalu malu untuk mereka sampaikan.
Aku pada prinsipku,
berjilbab adalah pilihanku. Ketika kalian tidak ingin berjilbab jangan
menarikku ke dunia kalian. Karena aku tidak ingin menyeret kedua orangtuaku ke
dalam panasnya api neraka.
Jika boleh diizinkan,
aku yang akan menarik kalian ke dalam duniaku, dalam pilihanku, dan dalam
prinsipku. Sebagai wanita muslimah mari bersama-sama kita budayakan ‘Berjilbab
yang sederhana’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar