The Bride
Oleh : Heldiana
(AceFanFan)
Aku masih mengenakan
gaun pengantinku, padahal acara pernikahanku sudah selesai sehari yang lalu.
Bercak merah yang berada di dada kiriku sama sekali tidak mengganggu sosok yang
kini duduk di hadapanku. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sayu yang dibalas
dengan sebuah senyuman lembut darinya.
Mataku tidak berkedip
sama sekali, jangankan untuk berkedip bernapas pun aku tidak mampu untuk
melakukannya lagi. Ia meraih tanganku yang mungkin terasa sangat dingin
sekarang, memasukkan cincin yang dihiasi berlian ke jari manisku. Jika bisa
meringis aku akan melakukannya agar dia tahu bahwa perbuatannya menyakiti
tubuhku.
“Aku senang akhirnya
hanya aku yang bisa memilikimu.” Ia mengecup punggung tanganku dan kembali aku
merasakan sakit itu.
Aku tidak memberikan
respon atau ekspresi apapun atas apa yang dilakukannya. Tapi dia tidak marah
sama sekali, berbeda seperti biasanya yang tempramental.
Tubuhku benar-benar
sakit terlebih jika didudukkan seperti ini. Apa dia tidak puas dengan
menusukkan pisau tepat di jantungku? Membutku benar-benar mati rasa, dan kini
dia menyiksaku dengan mengawetkan tubuhku. Aku tidak tahu apakah orangtuaku
mengetahui perihal masalah ini, yang jelas saat ini aku terjebak bersama mantan
kekasih gilaku.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar